November 8th, 2011

Sentilan sentilun

Bermula dari obrolan ringan dengan seorang teman ketika saya dalam perjalanan menuju Jakarta, hendak mengikuti wawancara di sebuah anak perusahaan suatu BUMN. Ketika saya mengungkapkan ketertarikan saya untuk bekerja di oil & gas company, teman saya menanggapi dengan balasan yang cukup atau sangat membuat saya tergelitik. Ingin saya share disini, tanpa niat apa-apa, cuma buat sedikit renungan, sedikit aja…

” Hm„gt ya qi,emg lo lbih milih krja bwt org luar drpd negara sndri? Sayang jg kl lo malah diperes otaknya ma org luar,djdiin sapi perah,tp g akan ada di jajaran manager kl d prushaan asing,gw harap c,usahain ttp kntrbusi bwt kmjuan ngri sndri jg yap ;) “

No offense blas, cuma pemikiran semacam itu sebenernya udah cukup lama muncul sejak kuliah. Bukan saya bermaksud apatis atau tidak setuju, di satu sisi saya sangat setuju dengan idealisme untuk membangun negeri sendiri dan semangat untuk merdeka dari perbudakan bangsa asing. Di sisi lain, kadang saya berpikir, apakah dengan saya bekerja di BUMN, sudahkah berarti saya memberikan kontribusi untuk kemajuan Indonesia? Entahlah… Sekarang saya terlalu mengantuk untuk melanjutkan berfikir ;p

P.S. g ada maksud menyinggung siapapun, maaf kalo ada yang tersinggung

November 3rd, 2011

Tiba-tiba nemu video ini pas nge-search Youtube (padahal niat awalnya mo cari video lazy song-nya Bruno Mars yang versi bayi). Ngeliat suara ma appearance mbaknya, bikin kepincut banget >.<

Monggo dinikmati, Negeri di Awan versinya mb Witrie ^_^

Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Dimasa lalu

Kau datang padaku
Kau tawarkan hati nan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri

Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa
Aku menuju kesana

Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih